INTERNALISASI PROFIL P2RA DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

DETAIL ARTIKEL

INTERNALISASI PROFIL P2RA DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

INTERNALISASI PROFIL P2RA DALAM TUNJUK AJAR MELAYU

1568 Viewer27-10-2023-10:02:13
Posted By : Humas M4C

INTERNALISASI PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL’ALAMIN BERBASISKAN TUNJUK AJAR MELAYU

Oleh : Jely Angraini

(Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023/ Bendahara OSIM MAN 4 Kota Pekanbaru/ Kader IPPNU Riau)



TANTANGAN PAK DIREKTUR

Seulas tulisan ini adalah untuk menjawab tantangan Dr. HM. Sidik Sisdiyanto, S.Ag, M.Pd Plt Direktur KSKK Madrasah kepada 40 (Empat Puluh) Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, dalam pembukaan Kegiatan Apresiasi-nya pada Rabu malam (25/10/2023), tentang nilai-nilai moderasi beragama, yang sinonim maknanya dengan 10 (Sepuluh) nilai/ values profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) yang digagas Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Nilai-nilai  yang memparipurnakan 6 (enam) dimensi profil pelajar Pancasila yang diaktualisasikan dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM). 

Secara praksis,  moderasi beragama dapat didefinisikan sebagai sikap berada di “tengah” dalam pemahaman keagamaan, baik kepada sesama pemeluk agama, maupun antar pemeluk agama. Sikap inilah yang manunggal dalam simbol bangsa “Bhineka Tunggal Ika”, atas bentangan realitas kebhinekaan Indonesia (Yang memiliki 17.504 pulau, 250-an agama/kepercayaan, 1.340 suku bangsa dan 546 bahasa lokal), sebagai anugerah dan kehendak Tuhan, sebagaimana terdokumentasi dalam QS 49 : 13, QS 11 : 18, dan QS 2 : 148.

Karenanya, kemampuan adaptif terhadap kebudayaan lokal, merupakan jalan “ninja” yang efektif menginternalisasikan nilai moderasi beragama. Suatu kemampuan yang mengompatibelkan 3 (tiga) nilai lainnya, yang menjadi indikator nilai moderasi beragama, setelah nilai komitmen kebangsaan, nilai anti kekerasan, dan nilai toleransi. 


MODERASI BERAGAMA DALAM 10 NILAI P2RA DENGAN INSAN PENDEKAR JUARA

Insan Pendekar Juara adalah sebuah akronim dari program kami sebagai Finalis Inisiator Muda Moderasi Beragama Tahun 2023, yakni “Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasiskan Pendekatan Kearifan Lokal Tunjuk Ajar Melayu Riau”. Yang secara praksis, mengintisarikan nilai-nilai moderasi beragama berdasarkan dimensi profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai profil pelajar rahmatan lil’alamin (P2RA) dengan pendekatan studi kasus, yang berlandaskan pada kearifan lokal Tunjuk Ajar Melayu yang disadurkan oleh Tokoh Legenda Melayu  Tenas Effendy dalam bukunya Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau). Secara electronic book dapat diakses melalui laman : https://simplebooklet.com/handbookmoderasiberagamainsanpendekarjuara.


1.Nilai Berkeadaban (Ta’addub)

Berkeadaban adalah menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas. Beradab itu : Yang tua menyayangi yang muda, dan yang muda menghormati yang tua”.

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Bila hidup hendak selamat, Kepada yang tua hendaklah taat

Kalau hidup hendak selamat, Ibu bapak wajib diingat


2.Nilai Keteladanan (Qudwah)

Keteladanan adalah making something as an example (menjadikan sesuatu sebagai teladan). Keteladanan itu : Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, memberi teladan. Di tengah, memberikan ide dan motivasi. Dibelakang, harus memberikan dorongan. 

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:

Apa tanda Melayu beruntung, Berbudi tidak berharap sanjung

Apa tanda Melayu berakal, berbudi baik berbagai amal


3.Nilai Kewarganegaraan dan Kebangsaan (Muwathanah)

Konsep kewarganegaraan dan kebangsaan mencakup sikap positif terhadap negara dan budaya, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatannya. Nasionalisme itu : Seperti seperti buah kopi. Karena luarnya merah, dalamnya putih. Kopi men-conneting people tanpa melihat apa latar belakang agama dan suku, selama ada kopi ada cerita.

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:

Adat hidup orang berilmu, Memuliakan pemimpin ianya tahu

Adat hidup orang berbudi, Terhadap pemimpin ia hormati


4.Nilai mengambil jalan tengah (Tawassuth)

Konsep "tawassuth" mengacu pada pendekatan yang seimbang dan moderat dalam pemahaman dan praktik agama. Tawassuth itu : Lebih baik ingat sholat saat makan, daripada ingat makan waktu sholat. Yang penting sholat. 

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:

Tiba dimata tak dipicikkan, Tiba diperut tak dikempiskan, Tiba dimuka tak dipalingkan, 

Menggantung sama tinggi, Membuah sama jauh, Menanam sama dalam



5.Nilai Berimbang (Tawazun);

Prinsip ini adalah upaya untuk memelihara keseimbangan antara tanggung jawab dan ketaatan terhadap ajaran agama dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan duniawi. Tawazun itu : waktunya sholat, ya sholat. Waktunya makan, ya makan. Waktunya mabar, ya mabar.

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Menimbang sama berat, Mengukur sama panjang

Menyukat sama pepat, Menakar sama penuh


6.Nilai Lurus dan tegas (I’tidal)

Menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara proporsional. I’tidal itu : Jika sudah waktunya tidur untuk istirahat malam, kita harus istirahat. Jika melewatkannya, dipastikan bangun pagi akan terlambat dan kesekolahpun akan terlambat.

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Putih diluar putih didalam, putihnya boleh dilihat, perisainya boleh dirasa

Kalau tampuk boleh dijinjing, kalau tali boleh diseret


7.Nilai Kesetaraan (Musyawah)

Prinsip kesetaraan mengacu pada perlakuan yang adil, tanpa diskriminasi terhadap individu atau kelompok berdasarkan perbedaan keyakinan, tradisi, atau asal usul mereka. Setara itu : Seasik kita makan semeja bersama teman, tapi dengan menu yang berbeda-beda. Saling rasa keenakannya. 

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Adat hidup dengan sahabat, kalau berlaba sama mendapat

Kalau lupa ingat mengingat, kalau berbeban sama di angkat

Kalau menimbang sama berat, kalau menakar sama sesuka


8.Nilai Musyawarah (Syura)

Prinsip musyawarah adalah suatu konsep dalam Islam yang menekankan pentingnya mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Musyawarah itu : Tempat kusut diselesaikan, tempat keruh dijernihkan, tempat sengketa disudahkan, tempat hukum dijalankan, tempat adat ditegakkan, dan tempat syarak didirikan. 

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Kalau kuncup sudah mengembang, Banyaklah kumbang datang menyeri,

Kalau hidup berkasih sayang, Hidup tenang makmurlah negeri.


9.Nilai Toleransi (Tasamuh)

Prinsip toleransi ini dilaksanakan dalam sikap mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan maupun berbagai aspek kehidupan lainnya. Toleransi itu : sesimple kita memaklumi adanya kue bernama “Bika Ambon”, tapi merupakan makanan tradisional khas Kota Medan Sumatera Utara. 

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu :

Bila hidup tenggang menenggang, Arif menjaga perasaan orang

Bijak menengok sakit dan senang, Tahu memahami lebih dan kurang


10.Nilai Dinamis dan inovatif (Tathawwur wa Ibtikâr)

Sikap yang menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan dan kemajuan peradaban manusia. Inovatif itu : Seperti produk susu sapi, tapi merknya dipasang gambar beruang, bertuliskan “bear brand”. Iklannya pula menceritakan pertempuran antara naga hitam dan putih.

Pendekatan dengan Tunjuk Ajar Melayu:

Yang zaman berubah ubah, Ada bersalin ada berpindah

Ada berganti berpaling tadah, Ada berkurang ada bertambah

Yang sesuai tetap terpakai, Yang elok tetap dipeluk

Yang serasi tetap terisi, Yang bermanfaat tetap melekat


EPILOG

Semoga  tunjuk ajar melayu, dapat berkontribusi mewujudkan azam kolektif Gus Menteri Agama Yaqut Cholil Qaoumas untuk menjadikan Tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Tahun yang terilhami konsep :

Mereka yang tidak sepersaudaraan dalam Iman, adalah saudara dalam Kemanusiaan  (Sayyidina Ali RA)





  • LPSE
  • PROV RIAU
  • OSIS
  • PRAMUKA
  • KEMENAG

Kontak Kami

Alamat :Jl. Yos Sudarso Km 15, Muara Fajar Timur
Phone:
Fax:
Email:man4kotapekanbaru@gmail.com

MEDIA SOSIAL

TOP